Kamis, 05 Januari 2017

Asosiasi Ritel Nilai Alfamart Tak Perlu Umumkan Donasi ke Publik

 Asosiasi Entrepreneur Ritel Indonesia (Aprindo) mensupport anggotanya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dalam masalah di Komisi Info Pusat (KIP). Aprindo menilainya putusan KIP yang mewajibkan Alfamart menginformasikan donasi salah alamat lantaran memposisikan perusahaan itu sebagai tubuh umum.

Mengacu pada Undang-Undang Nomer 14 Th. 2008 Pasal 1 Ayat (3) yang menyebutkan kalau yang disebut dengan Tubuh Umum yaitu instansi eksekutif, legislatif, yudikatif, serta tubuh lain yang tugasnya terkait dengan penyelenggaraan negara dan semua dananya bersumber dari APBN atau APBD. “Salah alamat bila Alfamart diputuskan sebagai tubuh umum, ” kata Ketua Umum Aprindo, Roy N. Mendey di Jakarta, Rabu 28 Desember 2016.

Menurut Roy, penghimpunan duit kembalian customer yang dikerjakan untuk donasi oleh Alfamart sudah dikerjakan sesuai sama ketetapan. Manajemen sudah memisahkan pada omzet ritel serta duit donasi itu. Yayasan penyalurnya juga sudah diambil yang kredibel.

Diantara yayasan penerima donasi customer harga promo Alfamart yaitu Palang Merah Indonesia (PMI), UNICEF, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), serta Kick Andy Foundation (KAF),

Ketua serta Pendiri YKAKI, Ira Soelistyo menyampaikan pihaknya telah melakukan hubungan kerja dengan Alfamart mulai sejak 2014. Sampai saat ini, YKAKI serta Alfamart sudah sukses bangun 4 tempat tinggal berkunjung untuk beberapa ratus anak pasien kanker di beberapa daerah.

Dari pengumpulan donasi orang-orang selama 2015 lantas, Alfamart sudah menyalurkan sejumlah kian lebih Rp 33 miliar lewat 9 program yang dikelola berbarengan 8 yayasan. Dana donasi yang terkumpul dari 1 Januari sampai 30 September 2016 meraih Rp 21, 1 miliar. SAT sudah lakukan lima kerja sama juga dengan lima yayasan untuk menyalurkan dana donasi customer selama th. 2016.

Terlebih dulu, majelis hakim KIP yang di pimpin Dyah Aryani membacakan putusan masalah donasi customer Alfamart pada Senin, 19 Desember lantas. Berisi, majelis mengabulkan permohoan customer Alfamart, Mustholih Sirad, j supaya jaringan waralaba itu buka 11 info perusahaan berkaitan penggalangan dana donasi customer.

Argumen tuntutan Mustholih simpel saja. Sebagai customer, ia bertanya pada kasir Alfamart masalah pemakaian dana donasi dari duit kembaliannya, tetapi jawaban yang diperolehnya tidak memuaskan.

Terlebih, ia memperoleh info kalau Alfamart menyalurkan donasi customer itu sebagai tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). “Padahal, dana CSR semestinya di ambil dari keuntungan perusahaan, ” tuturnya waktu dihubungi.

Alfamart juga sudah menyebutkan keberatan atas putusan KIP. Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menyebutkan, " Hasil putusan ini belum berbentuk inkrah, kami sebagai termohon mempunyai hak untuk ajukan keberatan. ”

Menurut dia, emiten berkode SAT ini dengan cara berkala sudah mengemukakan info ke umum tentang nilai serta pemakaian donasi yang terkumpul. Umumnya, pengumuman di sampaikan baik melalui fasilitas yang ada di toko ritel ataupun lewat publikasi di beberapa media bikin, elektronik, on-line, serta sosial media.

Ia kembali menyatakan bila berkaitan detil neraca keuangan sebenarnya adalah lokasi serta tanggung jawab pihak yayasan penerima donasi. Mereka lah yang umumnya bikin laporan yang diteruskan ke Kementerian Sosial RI sebagai pemberi izin. Peritel itu cuma menyatukan dana serta disalurkan ke pihak yayasan serta mereka miliki keharusan untuk diaudit dengan cara berkala oleh akuntan umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar